Sabtu, 05 November 2011

J-Drama "my sister my love"



Yori dan Iku adalah anak kembar yang selalu dibesarkan bersama2 sejak kecil, bahkan sekamar berdua. Kedekatan mereka berdua membuat Yori dan Iku saling jatuh cinta dan tentu saja ini cinta terlarang…karena selain bersaudara, mereka kembar pula. Yori memiliki sahabat dekat bernama Yano yang juga mencintai Iku sejak dulu, namun karena tau Yori mencintai Iku dan begitu juga sebaliknya, ia pun menahan dirinya. Ketika Yori sedang dalam kegundahan terhadap hubungannya dengan adiknya sendiri, ia didekati oleh gadis teman sekelasnya bernama Kusunogi yang juga mencintai Yori sejak SD dulu. Tanpa sengaja Kusunogi memergoki Yori dan Iku sedang berciuman di ruang laboratorium sekolah, dan ini digunakannya untuk mengancam Yori agar mau berkencan dengannya. Yori pun menyanggupinya walaupun dengan perasaan berat. Dia pun mulai menggunakan Kusunogi untuk bisa putus dengan Iku agar Iku tidak menderita lagi bersama dengannya. Namun hal ini malah berakhir dengan semua pihak tersakiti baik Yori, Iku maupun Kususnogi. Disaat Iku mengetahui Yori sedang berpacaran dengan Kususnogi, hatinya pun hancur dan meninggalkan Yori. Saat itu,Yano yang kebetulan melihat kejadian tersebut pun mengatakan pada Yori untuk jujur pada perasaannya sendiri dan kalaupun ia ingin putus dengan adiknya, Iku maka caranya bukanlah dengan memacari orang lain, karena hal ini malah menyakiti semua pihak pada akhirnya. 
Yori pun akhirnya mengejar Iku dan meminta maaf pada Iku. Mereka ingin mengikat hubungan mereka dengan pergi ke taman dimana mereka waktu kecil pernah mengikat janji dengan cincin yang terbuat dari bunga yang tumbuh di taman tersebut. Akhirnya, berangkatlah mereka ke taman tersbut, sesampainya disana, mereka menemui fakta yang akan membuat mereka terkejut dan harus menahan perasaan mereka.
Bagaimana akhir dari hubungan terlarang Yori dan Iku? Kalau penasaran maka sebaiknya kamu langsung menonton film yang sangat menyentuh ini hingga akhir. My Sister, My Love…


RIKA~~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar